KABAR-TERKINI.COM, BANTEN —Polda Banten mengimbau masyarakat, khususnya warga yang beraktivitas di wilayah pesisir Banten dan sekitarnya, untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berada pada Level II atau Waspada.
Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau periode pengamatan 5 Oktober 2026 pukul 00.00β24.00 WIB yang dikeluarkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Badan Geologi, PVMBG.
Melalui Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau, teramati empat kali letusan dengan amplitudo 39β55 mm dan durasi 20β798 detik. Kolom erupsi dari keempat letusan tersebut tidak teramati.
Selain itu, tercatat dua kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 6β11 mm dan durasi 7β9 detik, lima kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 7β27 mm dan durasi 6β12 detik, tiga kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 24β26 mm dan durasi 6β11 detik.
Serta satu kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 9 mm dan durasi 13 detik. Tremor menerus (microtremor) juga terekam dengan amplitudo 0,5β10 mm, dengan amplitudo dominan 2 mm.
Secara visual, Gunung Anak Krakatau teramati jelas hingga kabut 0βIII. Asap kawah maupun kolom erupsi tidak teramati.
Kondisi meteorologi di sekitar gunungapi dilaporkan berawan dengan angin bertiup lemah ke arah barat dan barat laut, suhu udara 27,6β30 derajat Celsius.
Serta kelembapan udara 74β87 persen. Sementara itu, kondisi ombak laut terpantau sedang.
Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, Polda Banten mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik, namun meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti informasi dan rekomendasi resmi dari instansi yang berwenang.
βKami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, namun meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat maupun wisatawan yang beraktivitas di wilayah pesisir Banten agar memperhatikan perkembangan informasi resmi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau dan mengikuti setiap rekomendasi dari PVMBG,β ujar Maruli.
Maruli menegaskan, berdasarkan rekomendasi PVMBG, masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki diminta tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif.
βKami juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Apabila menerima informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau, pastikan sumbernya berasal dari instansi resmi sehingga informasi yang diterima masyarakat benar dan tidak menimbulkan kepanikan,β katanya.
Polda Banten bersama jajaran akan terus memantau perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan informasi mengenai kondisi Gunung Anak Krakatau dapat diterima masyarakat secara cepat dan akurat.
βMasyarakat kami harapkan tetap mengutamakan keselamatan, mematuhi batas aman yang telah ditetapkan, serta segera mengikuti arahan petugas apabila terdapat perkembangan situasi. Kewaspadaan dan kepatuhan terhadap rekomendasi merupakan langkah penting untuk menjaga keselamatan bersama,β tutup Maruli. (*Red).
Sumber : Bidang Hubungan Masyarakat Polda Banten.
Editor : Koni Setiadi









































































































Komentar