Kabar-Terkini.com. TOMOHON – Langkah humanis yang dilakukan Kapolsek Tomohon Tengah, AKP Jemmy Worang, dalam menangani kasus kenakalan remaja di Kelurahan Rurukan, Kecamatan Tomohon Tengah, mendapat apresiasi dari masyarakat. Pendekatan pembinaan yang diterapkan dinilai menjadi terobosan positif dalam upaya menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat tanpa mengabaikan aspek edukasi serta pembinaan terhadap pelaku.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 23 Agustus 2026, ketika seorang pria diamankan oleh Tim Opsnal Serigala Talete setelah diduga dalam keadaan mabuk akibat mengonsumsi minuman keras (miras) dan berteriak-teriak sambil mengajak berkelahi dengan meneriakkan kata-kata yang meresahkan warga.
Tindakan pria tersebut terjadi saat masyarakat Kelurahan Rurukan sedang melaksanakan ibadah di gereja. Akibat ulahnya, suasana yang seharusnya berlangsung khidmat menjadi terganggu dan menimbulkan keresahan di tengah warga.
Setelah diamankan, pria tersebut tidak langsung diproses secara represif. Sebaliknya, Polsek Tomohon Tengah di bawah pimpinan AKP Jemmy Worang memilih melakukan pendekatan pembinaan. Pelaku diberikan pengarahan dan pembinaan di Mapolsek Tomohon Tengah agar menyadari kesalahan yang telah diperbuat.
Sebagai bagian dari proses pembinaan, pria tersebut kemudian diarahkan untuk membacakan surat pernyataan di Kantor Kelurahan Rurukan yang disaksikan langsung oleh Lurah, Bhabinkamtibmas, perangkat kelurahan, serta masyarakat setempat. Pernyataan tersebut juga disampaikan melalui pengeras suara sehingga dapat didengar oleh warga.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk edukasi dan pembelajaran sosial agar pelaku memahami dampak dari perbuatannya terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, metode ini diharapkan dapat memberikan efek jera secara psikologis sehingga pelaku tidak mengulangi tindakan serupa di kemudian hari.
Kapolsek Tomohon Tengah AKP Jemmy Worang menegaskan bahwa penanganan terhadap gangguan kamtibmas tidak selalu harus mengedepankan penindakan hukum, melainkan juga dapat dilakukan melalui pendekatan persuasif dan pembinaan, khususnya terhadap pelaku yang masih dapat diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri.
Masyarakat pun mengapresiasi langkah tersebut karena dinilai mampu menciptakan rasa aman sekaligus memberikan pendidikan moral kepada pelaku. Pendekatan humanis yang diterapkan Polsek Tomohon Tengah diharapkan dapat menjadi contoh dalam penanganan kasus-kasus kenakalan remaja maupun gangguan ketertiban masyarakat lainnya.
Dengan terobosan ini, Polsek Tomohon Tengah menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui pendekatan yang tidak hanya tegas, tetapi juga mengedepankan nilai pembinaan, edukasi, dan tanggung jawab sosial.
(ARL)
















































Komentar