Paparan Calon Kapolri Komjen Suyudi Ario Seto: Usung Doktrin Polisi Bersama Masyarakat & Bongkar Budaya No Viral No Justice

- Penulis

Jumat, 2 Oktober 2026 - 04:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Kabar-Terkini.. *JAKARTA -* Dokumen pokok-pokok pikiran dan pointer utama *Paparan Calon Kapolri Komjen Pol Drs. Suyudi Ario Seto, S.H., S.I.K.,* beredar dan menjadi perhatian publik. Paparan tersebut memuat visi besar transformasi Polri yang lugas, tajam, dan berorientasi penuh pada masyarakat.

Calon orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu mengusung doktrin utama *”Polisi Bersama Masyarakat”* yang menempatkan rakyat sebagai pusat dari seluruh orientasi, kebijakan, dan pelayanan tugas kepolisian.

*1. DOKTRIN, VISI & KOMPAS MORAL HOEGENG*

Suyudi menegaskan visinya untuk *Mewujudkan Polri yang berintegritas, profesional, humanis, tegas, adaptif, dan berorientasi pada masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.*

Ia menganut prinsip *Continuity with Correction* – melanjutkan dan memperkuat program terdahulu yang terbukti baik seperti Promoter dan Presisi tanpa harus memulai dari nol, sembari mengoreksi hal-hal yang menyimpang.

Yang paling menarik, ia mengadopsi nilai-nilai *Jenderal Hoegeng* [kejujuran, kesederhanaan, integritas, dan keteguhan] sebagai kompas moral dan standar sistem kerja institusi Polri.

*2. JAWAB 9 KEGELISAHAN PUBLIK: HAPUS BUDAYA NO VIRAL NO JUSTICE*

Poin paling berani dari paparan ini adalah komitmen mengubah budaya penanganan perkara agar tidak ada lagi paradigma *”No Viral, No Justice”*.

Sembilan kegelisahan utama publik yang akan dibenahi total:

1. Kepastian penanganan laporan
2. Kesetaraan di hadapan hukum
3. Pemberantasan pungli dan pelayanan transaksional
4. Pencegahan penyalahgunaan kewenangan
5. Pengendalian penggunaan kekuatan berlebihan
6. Mengubah kultur lapor tunggu viral menjadi: *lapor, diverifikasi, ditangani, dan dikabarkan*
7. Kepercayaan terhadap sistem pengaduan
8. Transparansi proses penanganan perkara
9. Kultur pelayanan yang berempati pada korban

*3. 6 PRINSIP & 6 PROGRAM PRIORITAS TRANSFORMASI*

Untuk menjawab itu, Suyudi menetapkan 6 prinsip operasional: *Hadir, Dekat, Cepat, Adil, Terbuka, Adaptif.*

Diterjemahkan dalam 6 Program Prioritas Transformasi:
– *Penguatan Kelembagaan:* Mabes ramping/strategis, Polda proporsional, perkuat Polsek di garis terdepan.
– *Pembinaan SDM & Rekrutmen:* Meritokrasi murni; *hapus sistem titipan, transaksi, atau sponsorship.*
– *Penguatan Pelayanan Publik:* Digitalisasi total untuk tutup ruang pungli.
– *Penguatan Penegakan Hukum:* Kualitas di atas kuantitas, berbasis scientific crime investigation dan digital forensik.
– *Penguatan Pengawasan:* Sistem pengaduan berbasis risiko dan perlindungan penuh bagi pelapor.
– *Akuntabilitas Anggaran:* Penyerapan berorientasi outcome yang dirasakan publik.

Baca Juga:  Prof. Dr. Sutan Nasomal Desak Pemerintah Usut Praktik Promosi Menyesatkan di Media Sosial: Iklan Hebat, Barang Diduga Tak Berkualitas!

*4. SKALA PRIORITAS: JUDOL, NARKOBA, TPPO, PREMANISME*

Sikap dasarnya: Tegas terhadap kejahatan, humanis terhadap masyarakat.

Fokus utama penindakan:
– Judi daring dan penipuan digital
– Narkotika dan jaringan peredarannya
– Tindak Pidana Perdagangan Orang [TPPO]
– Premanisme, pemerasan, kejahatan jalanan, dan debt collector ilegal
– Kejahatan siber, korupsi, penyelundupan, dan pencucian uang [asset recovery][judol]

*5. PROGRAM 100 HARI & 11 QUICK WINS YANG TERUKUR*

Paparan ini merinci tahapan 100 hari yang sangat terukur:
– *Hari 1-30:* Pemetaan baseline masalah, pembersihan tunggakan perkara, dan respons cepat Call Center 110.
– *Hari 31-60:* Pengujian perbaikan operasional di lapangan.
– *Hari 61-100:* Unjuk hasil nyata dan koreksi kekurangan.

Di dalamnya terdapat *11 Quick Wins*, mulai dari mewujudkan ruang publik aman, pemberantasan kawasan narkoba, pembersihan judi online, SPKT ramah korban, transparansi perkara via *SP2HP online*, penguatan Polsek tangguh, hingga penyelarasan operasional dengan *KUHP dan KUHAP Baru*.

*6. KOMITMEN: TIDAK AROGAN, TIDAK BOHONG, TIDAK SAKITI RAKYAT*

Sebagai penutup, Suyudi menekankan keteladanan kepemimpinan *lead by example*. Ia menetapkan pantangan utama anggota: *Tidak arogan, tidak berbohong, tidak menyalahgunakan kewenangan, dan tidak menyakiti masyarakat.*

Target akhirnya adalah membangun kewibawaan Polri yang lahir dari kompetensi dan rasa percaya dari rakyat, bukan karena rasa takut.[trust]

Hingga berita ini diturunkan, Mabes Polri belum memberikan keterangan resmi terkait kebocoran dokumen paparan tersebut.

Redaksi membuka ruang hak jawab sesuai UU Pers No.40 Tahun 1999.

Follow WhatsApp Channel kabar-terkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prof. Dr. Sutan Nasomal Bela Pemkab Siak di Tengah Tekanan APBD: Jangan Terburu-buru Salahkan Bupati Afni, Rakyat Harus Tetap Jadi Prioritas!
Ketika Musik Menghidupkan Jakarta: Konser, Ekonomi, dan Masa Depan Kota Global
KAMAKSI Minta Kortas Tipikor Periksa Dirut BTN, Usut Tuntas Dugaan Korupsi Kredit Rp629,8 Miliar
Prof. Dr. Sutan Nasomal Desak Pemerintah Usut Praktik Promosi Menyesatkan di Media Sosial: Iklan Hebat, Barang Diduga Tak Berkualitas!
KAMAKSI Tolak Wacana Menteri Koperasi Fery Juliantono Gaji ASN Lewat KDMP
KAMAKSI Dukung Sekolah Rakyat di Melawi: Langkah Nyata Membangun Generasi Unggul
BAJA SOROTI VALIDITAS ISU DUGAAN KORUPSI DI BANK JAKARTA, MINTA PUBLIK KEDEPANKAN ASAS PRADUGA TAK BERSALAH
KRL Kerap Gangguan Rugikan Penumpang, KAMAKSI Desak Dirut INKA Mundur
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terbaru

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 04:52 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Bela Pemkab Siak di Tengah Tekanan APBD: Jangan Terburu-buru Salahkan Bupati Afni, Rakyat Harus Tetap Jadi Prioritas!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 03:48 WIB

Ketika Musik Menghidupkan Jakarta: Konser, Ekonomi, dan Masa Depan Kota Global

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Desak Pemerintah Usut Praktik Promosi Menyesatkan di Media Sosial: Iklan Hebat, Barang Diduga Tak Berkualitas!

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:30 WIB

KAMAKSI Tolak Wacana Menteri Koperasi Fery Juliantono Gaji ASN Lewat KDMP

Senin, 19 Oktober 2026 - 02:12 WIB

KAMAKSI Dukung Sekolah Rakyat di Melawi: Langkah Nyata Membangun Generasi Unggul

Berita Terbaru

Jakarta

*Siapa Pencuri Uang Kono di Ciwidey?*

Jumat, 11 Sep 2026 - 09:16 WIB

Sulawesi Utara

Jalan Nasional di Minsel Rusak dan Berlubang, Minta BPJN Sulut Perbaiki.

Selasa, 25 Agu 2026 - 06:35 WIB