Cegah Radikalisme dan Intoleransi, Wakapolda Banten Tekankan Penguatan Mental dan Integritas Personel

- Penulis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

KABAR-TERKINI.COM, SERANG BANTEN – Polda Banten menggelar kegiatan Pembinaan Personel guna Penanggulangan dan Pencegahan Radikalisme serta Intoleransi di Lingkungan Polda Banten Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat karakter, moral, dan integritas anggota Polri serta PNS Polri agar tidak terpapar paham radikalisme dan intoleransi bertempat di Aula Gawe Kuta Baluarti pada Rabu (21/10).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Banten Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Banten Dr. H. Ahmad H. M. Qomari, Sekretaris Umum MUI Provinsi Banten Dr. H. Endang Saeful Anwar, narasumber dari BNPT KH Dr. Amas Tadjuddin, Kasatgaswil Banten Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Mainra Eka Wardana, Ketua Yayasan Rumah Moderasi Muhammad Sofan Sauri, para pejabat utama Polda Banten, serta mahasiswa dan peserta pembinaan lainnya.

Dalam sambutannya, Wakapolda Banten Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho menyampaikan bahwa radikalisme dan intoleransi merupakan ancaman yang dapat memecah belah persatuan bangsa serta menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Radikalisme dan intoleransi menjadi perhatian kita bersama. Perkembangan teknologi informasi membuat penyebaran paham tersebut semakin mudah, masif, dan tidak mengenal batas wilayah. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk di lingkungan internal Polri,” ujar Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho.

Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan terhadap pelaku terorisme, tetapi juga harus disertai pembinaan terhadap personel agar memiliki ketahanan mental, moral, dan ideologi kebangsaan yang kuat.

Menurutnya, anggota Polri memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, setiap personel harus senantiasa menjunjung tinggi profesionalisme, proporsionalitas, dan integritas dalam menjalankan tugas.

“Jangan sampai kita hanya fokus pada penanganan ancaman dari luar, sementara potensi kerawanan di lingkungan internal tidak mendapatkan perhatian. Melalui kegiatan pembinaan ini, kita ingin memperkuat mental dan karakter personel agar tidak mudah terpengaruh paham radikalisme maupun intoleransi,” tegasnya.

Wakapolda Banten juga mengingatkan bahwa sikap arogan, otoriter, diskriminatif terhadap pemeluk agama lain, serta perilaku yang bertentangan dengan hukum dan kode etik profesi merupakan hal yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Polri. Perilaku tersebut dapat merusak citra institusi dan menurunkan kepercayaan masyarakat.

Baca Juga:  DONASI PAKAIAN KEBAKARAN SERDANG MELIMPAH, SEKDA HEFI : PENYIMPANAN STOK PAKAIAN SEGERA DITATA DAN DIRAPIKAN

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan pembinaan ini menjadi sarana introspeksi diri bagi setiap personel untuk memperkuat keimanan, memperbaiki pola pikir dan perilaku, serta membangun karakter yang berlandaskan nilai agama, hukum, dan kebangsaan.

“Kegiatan ini menjadi momentum bagi kita semua untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat nilai keimanan, memperbaiki perilaku, serta meneguhkan komitmen menjaga toleransi dan menghormati perbedaan. Setiap anggota Polri harus mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” tambahnya.

Wakapolda Banten turut mengimbau seluruh personel Polri dan PNS Polri di lingkungan Polda Banten agar senantiasa menjaga integritas, memperkuat pemahaman kebangsaan, serta tidak mudah terpengaruh oleh ajaran atau informasi yang mengarah pada radikalisme dan intoleransi, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya mengimbau seluruh personel agar bijak dalam menggunakan media sosial, tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta waspada terhadap ajakan atau konten yang mengandung kebencian, permusuhan, dan upaya memecah belah persatuan bangsa. Pegang teguh Pancasila, hormati perbedaan, dan jadilah teladan dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat,” imbaunya.

Ia juga mengajak seluruh personel untuk membangun komunikasi yang baik, memperkuat toleransi antarumat beragama, serta segera melaporkan kepada pimpinan atau pihak berwenang apabila menemukan indikasi penyebaran paham radikalisme dan intoleransi di lingkungan sekitarnya.

“Pencegahan radikalisme dan intoleransi merupakan tanggung jawab bersama. Mari kita jaga diri, keluarga, lingkungan kerja, dan masyarakat agar tetap menjunjung tinggi nilai persatuan, menghormati keberagaman, serta bersama-sama mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Banten,” tutup Wakapolda Banten.

Kehadiran mahasiswa dan unsur masyarakat dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman bersama mengenai bahaya radikalisme dan intoleransi. Sinergi antara Polri, tokoh agama, lembaga terkait, kalangan akademisi, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan pembinaan ini, Polda Banten berkomitmen membangun personel yang profesional, berintegritas, menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, serta setia kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, guna mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di wilayah hukum Polda Banten. (*)

(Bid.humas)

Editor : Koni Setiadi

Follow WhatsApp Channel kabar-terkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyek MANGKRAK : Keterangan PPK BWSK 1 Kalbar Menuai Sorotan dan Pertanyaan Elemen Masyarakat
Miris! Gedung Laboratorium Kesehatan Masyarakat senilai Rp13 Miliar Nampak Sudah Ada Yang Retak 
Kapolda Banten Tinjau Penanganan Kebakaran KMP Batu Mandi, Kapolres dan Wakapolda Pastikan Korban Tertangani
PW GNPK RI Kalbar : Menyurati ke Penegak Hukum Polda Kalbar, Untuk Menindaklanjuti Proyek Pembangunan Penyediaan Air Baku Pelabuhan Kijing Dianggap MANGKRAK
Kapolres Cilegon Turun Langsung Tinjau Korban Kebakaran KMP Batu Mandi di Dermaga 6 Eksekutif Merak
Cegah Kecelakaan dan Jaga Keselamatan Pengguna Jalan, Polres Cilegon Tertibkan Forklift di Jalur Menuju Pelabuhan Merak
Usaha Ternak Ayam Milik Lurah Urongo Dikomplain Warga Diduga Bau dan Lalat
KMP Batu Mandi Terbakar di Perairan Merak, Proses Evakuasi Sedang Berlangsung
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terbaru

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Proyek MANGKRAK : Keterangan PPK BWSK 1 Kalbar Menuai Sorotan dan Pertanyaan Elemen Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:09 WIB

Cegah Radikalisme dan Intoleransi, Wakapolda Banten Tekankan Penguatan Mental dan Integritas Personel

Rabu, 21 Oktober 2026 - 03:44 WIB

Miris! Gedung Laboratorium Kesehatan Masyarakat senilai Rp13 Miliar Nampak Sudah Ada Yang Retak 

Rabu, 21 Oktober 2026 - 02:35 WIB

Kapolda Banten Tinjau Penanganan Kebakaran KMP Batu Mandi, Kapolres dan Wakapolda Pastikan Korban Tertangani

Rabu, 21 Oktober 2026 - 02:24 WIB

PW GNPK RI Kalbar : Menyurati ke Penegak Hukum Polda Kalbar, Untuk Menindaklanjuti Proyek Pembangunan Penyediaan Air Baku Pelabuhan Kijing Dianggap MANGKRAK

Berita Terbaru

Jakarta

*Siapa Pencuri Uang Kono di Ciwidey?*

Jumat, 11 Sep 2026 - 09:16 WIB

Sulawesi Utara

Jalan Nasional di Minsel Rusak dan Berlubang, Minta BPJN Sulut Perbaiki.

Selasa, 25 Agu 2026 - 06:35 WIB