Kabadiklat Harli Siregar: Kerja Sama dengan Universitas Brawijaya Investasi Strategis Cetak Doktor Hukum 

- Penulis

Senin, 24 Agustus 2026 - 05:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

JAKARTA – Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) Adhyaksa melalui kerja sama dengan perguruan tinggi. Kali ini, Badiklat Kejaksaan RI menggandeng Universitas Brawijaya dalam penyelenggaraan program beasiswa pendidikan Program Studi Doktor Ilmu Hukum bagi pegawai Kejaksaan RI di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Kabadiklat) Kejaksaan RI, Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum., bersama Dekan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Dr. Aan Eko Widiarto, S.H., M.H., di Ruang VIP Gedung Wicaksana Badiklat Kejaksaan RI, Ragunan, Jakarta, Senin (24/8/2026).

Penandatanganan tersebut turut disaksikan jajaran Universitas Brawijaya, yakni Wakil Dekan I Milda Istiqomah, S.H., MTCP, Ph.D., Wakil Dekan II Dr. Muktiono, S.H., M.Phil., Ketua Departemen Dr. Reka Dewantara, S.H., M.H., KPS S3 Malang Dr. Adi Kusumaningrum, S.H., M.H., KPS S3 Jakarta Dr. Hanif Nur Widhiyanti, S.H., M.H., serta Kepala Tata Usaha Dyah Anggraeni, S.E.

Dari jajaran Badiklat Kejaksaan RI hadir Sekretaris Badiklat Dr. Yulianto, Kepala Pusat Manajemen dan Kepemimpinan Dr. Teuku Rachman, Kabid Penyelenggara DTF Muhammad Anshar Wahyuddin, S.H., M.H., Kabag Keuangan Raden Wisnu Bagus Wicaksono, S.H., M.Hum., Kabid Penyelenggara Mapim Zulfikar Nasution, S.H., M.H., dan Kasubbag Penjamin Mutu Muhammad Afif Periwiratama P., S.H., M.H.

Dalam sambutannya, Kabadiklat Kejaksaan RI Dr. Harli Siregar menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan Universitas Brawijaya merupakan langkah strategis dalam membangun dan meningkatkan kualitas SDM Kejaksaan RI.

“Selamat datang di kawah candradimuka Badiklat Kejaksaan Republik Indoensia” ujar Harli saat menyambut tamunya dari Universitas Brawijaya.

Ia menegaskan, program pendidikan doktor bagi pegawai Kejaksaan bukan sekadar peningkatan jenjang akademik, tetapi merupakan investasi institusional untuk masa depan Kejaksaan RI.

“Ini merupakan investasi yang sangat berharga untuk masa depan. Teknologi terus berkembang, sehingga kita membutuhkan sumber daya manusia yang semakin mumpuni dalam menghadapi perkembangan zaman,” kata Harli.

Menurut dia, era modern menuntut institusi penegak hukum memiliki SDM yang tidak hanya kuat dari sisi kemampuan teknis, tetapi juga memiliki kapasitas akademik dan wawasan yang luas.

Baca Juga:  DARI PANGGUNG DUNIA KE PELAYANAN PUBLIK, BAJA DORONG ARIEF NASRUDIN PERKUAT AKSES AIR BERSIH YANG BERKEADILAN BAGI WARGA JAKARTA

Karena itu, program pendidikan S3 diharapkan mampu melahirkan para doktor dari lingkungan Adhyaksa yang nantinya dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi pengembangan organisasi.

“Kita ingin secara institusional menelurkan para doktor. Ini merupakan kebutuhan organisasi untuk memperkuat Adhyaksa yang semakin mapan dan mampu menghadapi tantangan ke depan,” tegasnya.

Harli juga mengapresiasi Universitas Brawijaya yang selama ini telah membangun sinergi dengan Kejaksaan. Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada program pendidikan doktor, tetapi berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas.

“Kolaborasi ini harus menjadi rumah besar bersama. Kehadiran Bapak dan Ibu di Badiklat diharapkan dapat memberikan pencerahan dan memperkaya wawasan kami,” tuturnya.

Ia menambahkan, Badiklat Kejaksaan RI terus melakukan reformasi dan pembenahan agar mampu menjadi lembaga pendidikan dan pelatihan yang modern.

“Badiklat tanpa kampus tentu kurang menarik. Karena itu, sinergitas seperti ini menjadi bagian penting untuk membangun Adhyaksa muda menjadi SDM yang lebih berkualitas,” ujarnya.

*Universitas Brawijaya Sambut Baik Kerja Sama*

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Dr. Aan Eko Widiarto menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang kembali diperkuat antara Universitas Brawijaya dan Kejaksaan RI.

Menurut Aan, hubungan kerja sama antara kedua institusi tersebut sebenarnya telah berlangsung cukup lama. Bahkan, telah banyak jaksa yang mengikuti pendidikan program doktor di Universitas Brawijaya.

“Kami sangat berterima kasih atas kerja sama ini. Kerja sama dengan Kejaksaan sudah berjalan cukup lama dan banyak sekali para jaksa yang mengikuti program S3 di Universitas Brawijaya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Universitas Brawijaya terus mengembangkan kualitas pendidikan, termasuk melalui penguatan standar akademik dan internasionalisasi kampus.

Aan berharap program beasiswa pendidikan doktor bagi pegawai Kejaksaan RI dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Para jaksa dan pegawai Kejaksaan yang mengikuti pendidikan S3 diharapkan mampu mengembangkan kapasitas akademik sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi institusi.

“Dengan adanya nota kesepahaman ini, kami berharap kerja sama dapat terus berjalan dan semakin langgeng, penuh keberkahan serta membawa manfaat bagi kedua institusi,” pungkasnya. (*)

Editor : Koni Setiadi

Follow WhatsApp Channel kabar-terkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KUR Fiktif di Cikarang Diduga Rugikan Negara 3,92 Miliar, KAMAKSI Soroti Pengawasan dan Akuntabilitas Manajemen Bank BJB
Commander Wish Kapolri Jadi Pedoman! Ketum PWO DWIPA Feri Rusdiono: Jangan Hanya Ucapan, Buktikan di Lapangan!
DARI PANGGUNG DUNIA KE PELAYANAN PUBLIK, BAJA DORONG ARIEF NASRUDIN PERKUAT AKSES AIR BERSIH YANG BERKEADILAN BAGI WARGA JAKARTA
Surat MA ke Bupati Gowa Ditahan Kurir Mitra, KAMAKSI: Direksi PT Pos Harus Bertanggung Jawab Jaga Kepercayaan Publik
Pertama Kali dalam Sejarah Kepolisian Indonesia, 19 Kapolda Dimutasi Serentak.
PWOD Siap Kawal 100 Hari Kinerja Kapolri Baru Jendral Pol Suyudi Ario Seto: No Viral No Justice Harus Berakhir
Dugaan Pungli TPU, Poros Muda NU Desak Gubernur DKI Evaluasi Kadis Tamhut
KAMAKSI Apresiasi Sejumlah Prestasi Raditya Endra Budiman Memimpin Dharma Jaya
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terbaru

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:51 WIB

KUR Fiktif di Cikarang Diduga Rugikan Negara 3,92 Miliar, KAMAKSI Soroti Pengawasan dan Akuntabilitas Manajemen Bank BJB

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Commander Wish Kapolri Jadi Pedoman! Ketum PWO DWIPA Feri Rusdiono: Jangan Hanya Ucapan, Buktikan di Lapangan!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 02:04 WIB

DARI PANGGUNG DUNIA KE PELAYANAN PUBLIK, BAJA DORONG ARIEF NASRUDIN PERKUAT AKSES AIR BERSIH YANG BERKEADILAN BAGI WARGA JAKARTA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 03:16 WIB

Surat MA ke Bupati Gowa Ditahan Kurir Mitra, KAMAKSI: Direksi PT Pos Harus Bertanggung Jawab Jaga Kepercayaan Publik

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Pertama Kali dalam Sejarah Kepolisian Indonesia, 19 Kapolda Dimutasi Serentak.

Berita Terbaru

Jakarta

*Siapa Pencuri Uang Kono di Ciwidey?*

Jumat, 11 Sep 2026 - 09:16 WIB

Sulawesi Utara

Jalan Nasional di Minsel Rusak dan Berlubang, Minta BPJN Sulut Perbaiki.

Selasa, 25 Agu 2026 - 06:35 WIB