Orang Tua Pertanyakan Pernyataan Guru SDN 24 Pangkalpinang terhadap Anaknya Yang Menyebut Anaknya Perlu di Tes Kejiwaan

- Penulis

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

KABAR-TERKINI.COM, PANGKALPINANG – Dugaan perlakuan tidak menyenangkan terhadap seorang siswa kelas III di SD Negeri 24 Pangkalpinang menjadi perhatian orang tua siswa. Peristiwa tersebut disebut terjadi pada 22 Juli 2026 dan kini dipertanyakan oleh keluarga siswa kepada pihak sekolah.

Berdasarkan keterangan narasumber kepada awak media, seorang guru yang mengajar di kelas III, berinisial A.RSK, disebut sempat memanggil orang tua seorang siswa berinisial ATy untuk membicarakan kondisi anak tersebut.

Dalam pertemuan itu, orang tua ATy mengaku terkejut dengan penyampaian yang diterimanya dari pihak guru. Menurut keterangan yang disampaikan kepada awak media, anak tersebut disebut memiliki kondisi yang dianggap seperti anak yang bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB).

Tidak hanya itu, orang tua juga disebut mendapat anjuran agar anaknya menjalani pemeriksaan psikologis atau tes kejiwaan untuk mengetahui kondisi anak.

Merasa khawatir terhadap kondisi anaknya, orang tua ATy kemudian membawa anak tersebut untuk menjalani pemeriksaan kepada tenaga profesional.

Menurut keterangan orang tua, hasil pemeriksaan yang diterimanya menyatakan bahwa kondisi anak tersebut normal dan tidak ditemukan keluhan atau keterbatasan sebagaimana yang sebelumnya disampaikan kepadanya.

Atas hasil pemeriksaan tersebut, orang tua kemudian mendatangi kembali SDN 24 Pangkalpinang untuk menyampaikan keberatan sekaligus meminta klarifikasi mengenai pernyataan yang sebelumnya disampaikan guru.

Orang tua mempertanyakan dasar pihak sekolah dalam menyampaikan dugaan adanya keterbatasan pada anak, terlebih setelah pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak profesional disebut tidak menemukan kondisi sebagaimana yang disampaikan sebelumnya.

Diduga Berdampak pada Psikologis Anak

Persoalan tersebut dinilai perlu mendapat perhatian karena menyangkut seorang anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Pemberian label atau penyampaian mengenai kondisi seorang anak tanpa dasar pemeriksaan yang jelas berpotensi menimbulkan dampak terhadap rasa percaya diri dan kondisi psikologis anak, terutama apabila pernyataan tersebut disampaikan dengan cara yang membuat anak merasa berbeda dari teman-temannya.

Baca Juga:  Polres Belitung Ungkap Dua Kasus Narkotika, Ratusan Gram Sabu dan Ekstasi Disita

Namun demikian, apakah pernyataan guru tersebut dapat dikategorikan sebagai kekerasan psikis atau pelanggaran hukum masih memerlukan pemeriksaan dan klarifikasi lebih lanjut dari pihak yang berwenang.

Saat ini, informasi mengenai kejadian tersebut masih bersumber dari keterangan orang tua dan narasumber. Pihak sekolah, guru yang disebut berinisial A.RSK, serta instansi pendidikan terkait perlu diberikan kesempatan untuk memberikan penjelasan dan hak jawab.

Aturan Perlindungan Anak

Secara hukum, anak yang berada di lingkungan satuan pendidikan memang mendapatkan perlindungan dari kekerasan. Pasal 54 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak menyatakan bahwa anak di dalam dan di lingkungan satuan pendidikan wajib mendapatkan perlindungan dari kekerasan fisik, psikis, kejahatan seksual, dan kejahatan lainnya yang dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, sesama peserta didik, maupun pihak lain.

Selain itu, sejak 9 Januari 2026, ketentuan mengenai lingkungan sekolah yang aman dan nyaman diatur dalam Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Peraturan tersebut menggantikan Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023.

Dalam aturan tersebut, perlindungan di lingkungan sekolah mencakup antara lain kesejahteraan psikologis serta keamanan warga satuan pendidikan.

Bagaimana dengan KUHP?

Karena kejadian yang disebutkan berlangsung pada 22 Juli 2026, hukum pidana yang berlaku saat itu adalah KUHP Nasional berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 2023, yang mulai berlaku pada 2 Januari 2026.

Apabila kemudian ditemukan adanya perbuatan yang memenuhi unsur tindak pidana, penerapan pasal pidana harus ditentukan berdasarkan fakta, bentuk ucapan atau tindakan, konteks kejadian, akibat yang ditimbulkan, serta alat bukti yang tersedia.(*) 

Editor : Koni Setiadi

Follow WhatsApp Channel kabar-terkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Belitung Ungkap Dua Kasus Narkotika, Ratusan Gram Sabu dan Ekstasi Disita
RIZA–DEBBY SAMBUT TIM KARHUTLA MABES TNI, PERKUAT SINERGI CEGAH KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN
Tim URC Polres Basel Tangkap Pemuda Pelaku Persetubuhan Anak Dibawah Umur
Menelisik Kapasitas Icon Net melaksanakan Intruksi PLN, Terkait Pemutusan, Penertiban Jaringan Internet Ilegal Yang Memanfaatkan Aset Negara
Pengawas DRTB Kabupaten Tanggerang Di pertanyakan Terkait Proyek Pembangunan GSG Senilai Rp1,7 Miliar Diainyalir Mangkrak
Tim URC Polres Bangka Barat Tangkap Terduga Pelaku Curat, Mesin Tempel dan Perkakas Disita
Kabadiklat Harli Siregar Tekankan Kepemimpinan Adaptif dan Aksi Perubahan bagi Peserta PKP 2026
SETELAH 5 KOMISIONER DITAHAN, GILIRAN KPA DAN PPK KPU KOTIM DI TAHAN KEJATI KALTENG
Berita ini 385 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terbaru

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 12:41 WIB

Polres Belitung Ungkap Dua Kasus Narkotika, Ratusan Gram Sabu dan Ekstasi Disita

Kamis, 3 September 2026 - 06:36 WIB

RIZA–DEBBY SAMBUT TIM KARHUTLA MABES TNI, PERKUAT SINERGI CEGAH KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN

Kamis, 3 September 2026 - 04:53 WIB

Tim URC Polres Basel Tangkap Pemuda Pelaku Persetubuhan Anak Dibawah Umur

Kamis, 3 September 2026 - 03:38 WIB

Menelisik Kapasitas Icon Net melaksanakan Intruksi PLN, Terkait Pemutusan, Penertiban Jaringan Internet Ilegal Yang Memanfaatkan Aset Negara

Rabu, 2 September 2026 - 04:21 WIB

Pengawas DRTB Kabupaten Tanggerang Di pertanyakan Terkait Proyek Pembangunan GSG Senilai Rp1,7 Miliar Diainyalir Mangkrak

Berita Terbaru

Jakarta

*Siapa Pencuri Uang Kono di Ciwidey?*

Jumat, 11 Sep 2026 - 09:16 WIB

Sulawesi Utara

Jalan Nasional di Minsel Rusak dan Berlubang, Minta BPJN Sulut Perbaiki.

Selasa, 25 Agu 2026 - 06:35 WIB