KAMAKSI Tolak Wacana Menteri Koperasi Fery Juliantono Gaji ASN Lewat KDMP

- Penulis

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Kabar-Terkini.com. JAKARTA — Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI) menolak penerapan wacana penyaluran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) apabila dilakukan tanpa kajian komprehensif, kepastian regulasi, dan jaminan perlindungan hak pegawai.

Ketua Umum DPP KAMAKSI, Joko Priyoski, menilai pemerintah harus mengutamakan keamanan pembayaran gaji, kepastian hak ASN, serta stabilitas ekosistem keuangan daerah sebelum menetapkan perubahan mekanisme penyaluran penghasilan Aparatur Sipil Negara.

“Pemerintah jangan terburu-buru menerapkan kebijakan yang menyangkut hak jutaan ASN. Gaji harus dibayarkan tepat waktu, aman, dan tanpa kendala administratif. Penguatan koperasi merupakan hal positif, tetapi tidak boleh mengorbankan kepentingan pegawai maupun mengabaikan dampaknya terhadap perbankan daerah. Koperasi bukanlah Bank, dana simpanan di Koperasi tidak dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Selama ini penyaluran gaji ASN melalui Bank Himbara atau Bank Pembangunan Daerah (BPD) tidak bermasalah, lalu kenapa harus di otak atik? Wacana yang aneh dari Menteri Koperasi Fery Juliantono. KDMP dibentuk untuk menggerakkan perekonomian desa, bukan mengurusi penyaluran gaji ASN. Jika tidak becus jadi Menteri Koperasi lebih baik mundur saja dari Kabinet,” tegas Joko Priyoski Ketua Umum DPP KAMAKSI.

Wacana tersebut mengemuka setelah Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan usulan penyaluran gaji PNS melalui koperasi telah diajukan kepada Kementerian Keuangan pada 14 Oktober 2026. Namun, mekanisme teknis, anggaran terperinci, dan jadwal pelaksanaannya belum diumumkan secara lengkap. Pemerintah juga menegaskan bahwa koperasi dipertimbangkan sebagai alternatif layanan, bukan otomatis menggantikan perbankan.

*KAMAKSI: Lindungi Hak ASN, Jaga Stabilitas Perbankan Daerah, Utamakan Kepentingan Publik*

KAMAKSI menyoroti potensi dampak terhadap Bank Pembangunan Daerah (BPD), terutama apabila perubahan skema menyebabkan pergeseran dana simpanan ASN dan mengganggu layanan keuangan yang telah berjalan. Risiko tersebut perlu dihitung secara objektif dan tidak boleh dianggap sebagai dampak yang pasti terjadi.

Baca Juga:  *Siapa Pencuri Uang Kono di Ciwidey?*

KAMAKSI mendesak Kementerian Koperasi, Kementerian Keuangan, dan Kementerian terkait untuk membuka kajian kebijakan kepada publik, memastikan kesiapan kelembagaan KDMP, serta menjamin perlindungan data, transparansi biaya, mekanisme pengaduan, dan akuntabilitas transaksi.

“Kami mendukung koperasi yang profesional dan mampu memperkuat ekonomi rakyat. Namun, kebijakan publik harus berbasis kebutuhan, bukan sekadar perluasan fungsi kelembagaan. Pemerintah perlu mengutamakan kepentingan ASN, menjaga keberlanjutan layanan perbankan daerah, dan memastikan setiap keputusan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Joko.

KAMAKSI menegaskan, penguatan koperasi dan perlindungan ASN seharusnya berjalan beriringan. Pemerintah perlu mengedepankan kajian yang transparan, kepastian hukum, dan kemitraan yang sehat agar kebijakan yang diambil benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa menimbulkan risiko baru bagi pelayanan publik dan perekonomian daerah, pungkas Joko.

Penulis : Tim         Editor : Tya

Follow WhatsApp Channel kabar-terkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAMAKSI Dukung Sekolah Rakyat di Melawi: Langkah Nyata Membangun Generasi Unggul
BAJA SOROTI VALIDITAS ISU DUGAAN KORUPSI DI BANK JAKARTA, MINTA PUBLIK KEDEPANKAN ASAS PRADUGA TAK BERSALAH
KRL Kerap Gangguan Rugikan Penumpang, KAMAKSI Desak Dirut INKA Mundur
KUR Fiktif di Cikarang Diduga Rugikan Negara 3,92 Miliar, KAMAKSI Soroti Pengawasan dan Akuntabilitas Manajemen Bank BJB
Commander Wish Kapolri Jadi Pedoman! Ketum PWO DWIPA Feri Rusdiono: Jangan Hanya Ucapan, Buktikan di Lapangan!
DARI PANGGUNG DUNIA KE PELAYANAN PUBLIK, BAJA DORONG ARIEF NASRUDIN PERKUAT AKSES AIR BERSIH YANG BERKEADILAN BAGI WARGA JAKARTA
Surat MA ke Bupati Gowa Ditahan Kurir Mitra, KAMAKSI: Direksi PT Pos Harus Bertanggung Jawab Jaga Kepercayaan Publik
Pertama Kali dalam Sejarah Kepolisian Indonesia, 19 Kapolda Dimutasi Serentak.
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terbaru

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:30 WIB

KAMAKSI Tolak Wacana Menteri Koperasi Fery Juliantono Gaji ASN Lewat KDMP

Senin, 19 Oktober 2026 - 02:12 WIB

KAMAKSI Dukung Sekolah Rakyat di Melawi: Langkah Nyata Membangun Generasi Unggul

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:48 WIB

BAJA SOROTI VALIDITAS ISU DUGAAN KORUPSI DI BANK JAKARTA, MINTA PUBLIK KEDEPANKAN ASAS PRADUGA TAK BERSALAH

Minggu, 18 Oktober 2026 - 05:40 WIB

KRL Kerap Gangguan Rugikan Penumpang, KAMAKSI Desak Dirut INKA Mundur

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:51 WIB

KUR Fiktif di Cikarang Diduga Rugikan Negara 3,92 Miliar, KAMAKSI Soroti Pengawasan dan Akuntabilitas Manajemen Bank BJB

Berita Terbaru

Jakarta

*Siapa Pencuri Uang Kono di Ciwidey?*

Jumat, 11 Sep 2026 - 09:16 WIB

Sulawesi Utara

Jalan Nasional di Minsel Rusak dan Berlubang, Minta BPJN Sulut Perbaiki.

Selasa, 25 Agu 2026 - 06:35 WIB