Pelaku UMKM Sebut Ekonomi Belitung Timur Ikut Bergerak Saat Aktivitas Timah Bergairah

- Penulis

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

BELITUNG TIMUR – Aktivitas pertambangan timah masih memiliki pengaruh besar terhadap denyut perekonomian masyarakat di Kabupaten Belitung Timur. Ketika aktivitas dan perdagangan timah bergerak, dampaknya turut dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), warung kopi, pedagang hingga sektor jasa.

Sebaliknya, ketika aktivitas timah melemah, pelaku usaha di tingkat masyarakat juga ikut merasakan dampaknya. Kondisi tersebut disampaikan Endang Purwono, pelaku UMKM asal Kampung Baru yang juga aktif dalam pengembangan komunitas ekonomi kreatif di lingkungannya.

Menurut Endang, dalam beberapa hari terakhir kondisi perekonomian di lingkungan masyarakat yang ia amati masih cenderung sepi. Aktivitas perdagangan di pasar maupun warung-warung kopi belum menunjukkan pergerakan yang signifikan.

“Kalau saya lihat dalam beberapa hari ini situasi masih sama saja. Kegiatan aktivitas di kawasan kami juga masih biasa-biasa saja. Kondisi ekonomi memang jauh, tidak bergerak,” kata Endang.

Ia mencontohkan kondisi warung kopi yang biasanya menjadi salah satu tempat masyarakat berkumpul. Menurutnya, sejumlah pemilik warung kopi mengaku mengalami penurunan omzet dibandingkan kondisi sebelumnya.

“Dari pasar, kegiatan aktivitas di pasar sepi. Di warung-warung kopi juga sepi. Saya sempat ngobrol dengan teman yang punya warung kopi, omzetnya jauh turun. Malam hari yang seharusnya orang santai dan ngopi, sekarang sepi,” ujarnya.

Sebagai pelaku UMKM, Endang menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa perekonomian masyarakat Belitung Timur masih memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas pertambangan timah.

Menurut dia, ketika masyarakat memperoleh penghasilan dari aktivitas timah, uang tersebut kemudian berputar kembali di berbagai sektor ekonomi lokal. Masyarakat berbelanja, makan di warung, menikmati kopi, membeli produk UMKM hingga melakukan perjalanan dan aktivitas konsumsi lainnya.

“Memang terasa. Kalau timahnya harganya lebih bagus, masyarakat punya uang lebih, pasar pasti ramai. Mereka juga punya uang lebih untuk jalan-jalan atau belanja produk UMKM,” katanya.

Ia mencontohkan masyarakat Belitung Timur yang berkunjung ke daerah lain untuk berbelanja. Menurutnya, pergerakan tersebut menunjukkan bahwa dampak ekonomi dari timah tidak berhenti pada aktivitas pertambangan, tetapi mengalir ke sektor perdagangan dan UMKM.

Baca Juga:  AMP2K MADINA MENGECAM KERAS DUGAAN PENGANIAYAAN DAN PEMBACOKAN DI TAMBANG, KAPOLRES MADINA SIAP BERIKAN ATENSI

“Kalau timah goyang, kelihatan benar. Belitung Timur memang masih belum bisa move on dari timah,” ujarnya.

Terkait aktivitas pertambangan timah, Endang menilai masyarakat juga membutuhkan kepastian, terutama bagi mereka yang menggantungkan penghasilan dari sektor tersebut.

Ia mengakui bahwa aktivitas pertambangan harus tetap mengikuti aturan. Namun, menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat juga perlu menjadi pertimbangan dalam mencari solusi.

Karena itu, ia berharap solusi terhadap persoalan timah masyarakat dapat menghadirkan kepastian bagi penambang sekaligus tetap berada dalam koridor hukum. Salah satu yang menurutnya perlu diperhatikan adalah akses pemasaran dan jumlah mitra pembelian.

“Yang pertama masalah harga. Yang kedua perbanyak mitranya agar masyarakat tidak merasa kebingungan harus menjual ke mana. Kalau hanya belasan mitra, saya rasa belum cukup untuk meng-cover mereka. Sampai harus antre berjam-jam,” ujarnya.

Selain itu, Endang berharap masyarakat mendapatkan sosialisasi yang lebih intensif mengenai aturan pertambangan dan mekanisme perdagangan timah.

Ia juga mendorong PT TIMAH untuk terus membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.

“Harus ada kepastian hukum. Masyarakat yang menambang merasa dilindungi dan dirangkul lebih dekat, disosialisasikan. PT TIMAH jangan takut turun ke masyarakat. Kalau merasa benar, jangan takut. Turun dan lebih dekatlah dengan masyarakat,” katanya.

Endang menilai komunikasi yang baik antara masyarakat, pemerintah dan perusahaan penting agar kebijakan dapat dipahami secara utuh dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Di sisi lain, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial, terutama di tengah perkembangan teknologi dan maraknya informasi yang belum tentu benar.

“Sekarang zamannya AI. Kita harus bisa melihat mana berita yang hoaks dan mana yang benar-benar nyata. Jangan semuanya ditelan mentah-mentah. Jangan sampai informasi yang kita terima justru merugikan diri sendiri, orang lain, dan keluarga,” pesannya.(*) 

Editor : Koni Setiadi

Follow WhatsApp Channel kabar-terkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AMP2K MADINA MENGECAM KERAS DUGAAN PENGANIAYAAN DAN PEMBACOKAN DI TAMBANG, KAPOLRES MADINA SIAP BERIKAN ATENSI
Gubernur Lemhannas RI Tutup PPNK Angkatan 73, Megy Aidillova: Angkatan Kami Sangat Spesial, Bertepatan HUT RI ke- 81
Polres Bangka Barat Ungkap Kasus Dugaan Persetubuhan Anak, Pria 23 Tahun Ditahan
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
Exploring Bandung’s Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terbaru

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:42 WIB

AMP2K MADINA MENGECAM KERAS DUGAAN PENGANIAYAAN DAN PEMBACOKAN DI TAMBANG, KAPOLRES MADINA SIAP BERIKAN ATENSI

Rabu, 26 Agustus 2026 - 03:28 WIB

Gubernur Lemhannas RI Tutup PPNK Angkatan 73, Megy Aidillova: Angkatan Kami Sangat Spesial, Bertepatan HUT RI ke- 81

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:34 WIB

Pelaku UMKM Sebut Ekonomi Belitung Timur Ikut Bergerak Saat Aktivitas Timah Bergairah

Senin, 24 Agustus 2026 - 05:56 WIB

Polres Bangka Barat Ungkap Kasus Dugaan Persetubuhan Anak, Pria 23 Tahun Ditahan

Kamis, 30 Maret 2023 - 20:15 WIB

Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Berita Terbaru

Jakarta

*Siapa Pencuri Uang Kono di Ciwidey?*

Jumat, 11 Sep 2026 - 09:16 WIB

Sulawesi Utara

Jalan Nasional di Minsel Rusak dan Berlubang, Minta BPJN Sulut Perbaiki.

Selasa, 25 Agu 2026 - 06:35 WIB