KABAR-TERKINI.XOM, SAMBAS KALBAR — Pernyataan Ketua DPC Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Kabupaten Sambas, Ramidi, yang melontarkan pujian setinggi langit terhadap proyek pembangunan irigasi rawa di Desa Tebas Sungai, Kecamatan Tebas, memicu kontroversi panas.
Apresiasi tersebut mendulang kritik tajam dan tantangan terbuka dari pengamat infrastruktur Kalimantan Barat.
Sebelumnya, Ramidi menilai proyek pengairan tersebut sebagai langkah strategis pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung sektor pertanian, mengoptimalkan tata kelola air, serta menyejahterakan petani lokal demi mewujudkan visi Sambas Berkah Berkemajuan.
Namun, nada manis apresiasi itu ditampar keras oleh pengamat infrastruktur Kalbar, Hendi Pratama yang menilai klaim tersebut bertolak belakang dengan kondisi nyata di lapangan.
Ia secara terbuka menantang Ketua DPC AKPERSI Sambas, untuk membuktikan ucapannya secara langsung di hadapan masyarakat.
“Saya selaku pengamat infrastruktur Kalimantan Barat menantang Ketua AKPERSI DPC Sambas, untuk turun bersama masyarakat sekitar proyek irigasi rawa Tebas Komplek. Kalau statement Saudara Ramidi itu benar adanya, mari kita lihat dan dengar fakta di lapangan. Jangan melakukan pembohongan publik demi uang receh sehingga hak-hak khalayak ramai menjadi korban demi keuntungan pribadi,” tegas Hendi.
Tak berhenti di situ, kritik menohok juga menguliti rekam jejak kepemimpinan Ramidi yang dinilai tak layak memuji kinerja proyek infrastruktur tanpa melakukan verifikasi krusial.
“Ramidi ini urusan proyek kabupaten, saja banyak yang tidak beres kok, apa perlu saya paparkan juga datanya.? Ini ibarat peribahasa : kapal pecah, hiu kenyang,” tambahnya menyinggung indikasi dugaan keuntungan sepihak di balik carut-marutnya proyek pengairan tersebut.
Hal senada Rudi Kurniawan warga Sambas, turut angkat bicara terkait pernyataan Ramidi Ketua DPC AKPERSI Kabupaten Sambas, kalau benar stagmennya di salah media online, mari kita buktikan dilapangan apakah kegiatan pekerjaan tersebut, sudah sesuai spesifikasi teknis dan ada azas manfaatnya untuk masyarakat setempat.
“Jika dikemudian hari proyek pekerjaan tersebut, bermasalah apakah Ramidi Ketua DPC AKPERSI Kabupaten Sambas, berani bertanggungjawab jadi jangan asal bikin stagmen opini di kegiatan pekerjaan proyek tersebut, demi uang receh,” tegas Rudi Kurniawan.
Hingga berita ini diterbitkan, publik menunggu keberanian Ketua DPC AKPERSI Sambas, untuk menjawab tantangan uji lapangan dan membuktikan apakah proyek irigasi rawa Tebas Sungai tersebut. Benar-benar membawa manfaat nyata bagi petani, atau sekadar retorika manis di atas kertas. (EZ113)
Editor : Koni Setiadi

































Komentar